Yaoi YunJae Couple
BLACK VALENTINE
“wah..3 hari lagi valentine!!!” pekik Yunho ketika melihat kalender di kamarnya. Dengan secepat kilat Yunho meraih handuk dan masuk ke kamar mandi yang terletak di dalam kamarnya sendiri. “sudah 3 hari lagi tapi aku tak kunjung mendapatkan pasangan untuk ku bawa diacara valentine kampus..hhh..sebal” gerutunya di bawah shower yang mengeluarkan air panas.
Sesampainya di kampus Yunho yang masih galau dengan perasaannya tentang valentine bertemu dengan sahabat2nya, Junsu, Yoochun,dan Changmin. “hyung~ gimana? Udah dapet pasangan blom? Kan bentar lagi valentine...” ujar Changmin dengan muka tanpa dosa. Mendengar pertanyaan Changmin hati Yunho malah jadi semakin galau. “guys..gw duluan yaa..mau ke perpus..jalja!” Yunho berpamit pada sahabat2nya tanpa menjawab pertanyaan Changmin. “hey hyung! Yaaahh..dia malah pergi”. Yunho memasuki ruangan perpustakaan dengan niat ingin menyepi dan bisa mendapat suasana tenang. Perpustakaan adalah tempat yang tepat karena para mahasiswa tidak boleh membuat keributan sedikitpun. Dia pun duduk di salah satu meja yang ada di ruangan tersebut tanpa ada satupun buku dihadapannya. “ah..suasana yang tenang..” gumam Yunho “jadi mengantuk.....” Semenit kemudian dia pun tertidur dengan kepala tertunduk diatas meja. “hey..gw boleh duduk disini?” sesorang sepertinya kesulitan mencari tempat untuk duduk membaca karena ruangan itu sudah sangat penuh dan 1 kursi yang tersisa adalah kursi disamping Yunho. Karena tak kunjung mendapat jawaban akhirnya pria itu duduk tanpa menunggu persetujuan dari yang menempati meja tersebut. Pria yang bernama Jaejoong tersebut mengerjakan tugas kuliahnya sambil membaca lembar demi lembar buku yang dipinjamnya tanpa menggubris kehadiran Yunho yang masih terlelap dengan dengkuran halus yang hanya dapat didengar oleh Jaejoong yang duduk tepat disebelahnya. Tanpa terasa sudah 3 jam lebih Jaejoong dan Yunho duduk bersebelahan di ruangan itu tanpa saling menyapa satu sama lain. Sampai akhirnya tugas Jaejoong pun selesai dan ketika dia akan beranjak pergi baru disadarinya bahwa pria disebelahnya blum juga bangun. Jaejoong pun memberanikan diri untuk mengguncang tubuh Yunho sampai terbangun. “hey! Bro! Its time to wake up!!” Jaejoong mengguncang tubuh Yunho dengan pelan. Setelah 5 menit Jaejoong berusaha membangunkan Yunho. Pria itupun akhirnya menunjukkan tanda tanda kehidupan (udah bangun maksudnya). “hoaaahhhmm..udah jam brapa nih?” tanya Yunho sambil menguap. “lu udah hampir 4 jam tidur disini..ga sadar ya? skarang udah jam stengah 2 lewat..” Jaejoong tersenyum melihat wajah Yunho yang ternyata sangat menggemaskan ketika bangun dari tidur. “hampir 4 jam? Lama banget...” Yunho berdiri dan hendak pergi. “thanks yah dah bangunin..gw pulang dulu..jalja!” Jaejoong terkejut dengan sikap Yunho yang dingin. Tanpa disadarinya tangannya menggenggam pergelangan tangan Yunho. Yunho yang merasa ada yang menahannya pun berbalik menghadap Jaejoong. “ada apa?” tanya Yunho sambil merekatkan pandangannya ke wajah Jaejoong yang putih mulus. Setelah di perhatikan dari dekat, Yunho agak terkesan dengan wajah Jaejoong yang cantik layaknya seorang gadis. “ehmm..gak..gak apa2 kok..nama lu?” Jaejoong akhirnya memberanikan diri untuk bertanya. “Yunho..” jawab Yunho singkat lalu pergi. Jaejoong merasa ada yang aneh dengan perasaannya sendiri. “ah..ga mungkin..”
Keesokan harinya, Yunho masih saja belum bisa mendapat pasangan yang tepat. “hyung! Katanya ada cewek cantik dari fakultas sastra jepang..gimana klo hyung deketin dia aja..?” Yoochun menyarankan sahabatnya itu. “dia juga masih single loooh..” tambah Junsu. Yunho semakin bingung dengan saran temen2nya, tiba2 dalam benaknya terbayang wajah cantik Jaejoong, pria yang membangunkan dirinya kemarin di perpustakaan. “cantik..lebih cantik dari cewek2 lain di kampus ini lagi..ah!! kok jadi mikirin hal yang aneh sih!!!” Yunho mengacak-acak rambutnya. “hey..hyung..dengerin qta ga sih??” Junsu dan Yoochun sebal karena Yunho tidak memperhatikan apa yang mereka bicarakan. “chun..su..gak..kayaknya gw udah punya calon..” Perkataan Yunho membuat Junsu dan Yoochun terperanjat. Yunho pun hanya tersenyum tanpa arti lalu pergi meninggalkan kedua sahabatnya. Di perpustakaan, Yunho dengan sabar menunggu “seseorang” yang di anggapnya bisa menemaninya ke acara valentine kampus nanti.
Sudah lebih dari 2 jam Yunho berada di perpustakaan tapi orang yang ditunggu2 tak kunjung datang. Kesabaran Yunho mulai memudar. “ah~ percuma..apa sih yang gw pikirin? Knapa gw berharap seorang laki2 mau jadi pasangan gw valentine nanti..?” batin Yunho. Yunho berjalan ke arah pintu keluar sambil menggerutu dalam hati. BRUK! Yunho menabrak seseorang hingga buku2 yang dipegang orang itu berserakan di lantai. “mianhaeyo..” Yunho meminta maaf sambil membantu orang itu memungut buku2nya. “Yunho?” Orang itu sepertinya mengenal Yunho. Matanya berbinar begitu melihat wajah Yunho dari dekat. “lu kan....” Yunho menunjuk pria yang sebenarnya adalah pria yang di nanti2nya sedari tadi. “wah..qta ketemu lagi..gw Jaejoong” ucap Jaejoong memperkenalkan diri. Entah mengapa kedua pria itu jadi salah tingkah. Mereka terdiam untuk sekian detik hingga akhirnya Yunho mencairkan suasana dengan mengajak Jaejoong ke kafetaria kampus. “hahahahahaha..jadi lu lagi bingung siapa yang bakal lu bawa ke acara valentine kampus??” Jaejoong tertawa terbahak2 mendengar cerita Yunho. “hey..kok lu malah ketawa?? Lu sendiri udah dapet pasangan buat valentine nanti blom??” Jaejoong hanya menjawab dengan sekali gelengan kepalanya. “gw ga tertarik buat cari pasangan..valentine membosankan..” ujar Jaejoong tanpa memperdulikan pandangan aneh dari Yunho dan orang2 yang mendengar kalimat terakhirnya di kafetaria tersebut. “btw..lusa udah hari H..lu ga berusaha nyari?” Jaejoong bertanya sambil menyeruput orang juice nya. “gw udah ilang mau..lagian gw ada ide yang praktis..” Yunho tersenyum licik. “joongie..lu mau bantuin gw kan?.......” Yunho pun berbisik di telinga Jaejoong. “MWO??? Lu pen gw......” Jaejoong terpekik kaget begitu mendengar keinginan Yunho yang meminta Jaejoong untuk jadi pasangan valentinenya. Yunho hanya mengangguk sambil memperlihatkan wajahnya yang memelas. “ayolah joongie..lu mau kan?” Jaejoong memang sudah memiliki perasaan suka pada Yunho sejak pertama kali bertemu kemarin. Tetapi hanya menjadi sebagai pasangan valentine kelihatannya akan menyakitkan. Lagipula rasa suka nya pada Yunho hanya akan menimbulkan masalah. “hellooooww..kok malah bengong siiih??” Yunho mengibaskan tangannya di depan wajah Jaejoong. “yunnie..bukannya gw gamau..tapi apa kata orang klo lu ke acara itu bawa pasangan yang sama kaia lu..i mean,,gw cowok..” terang Jaejoong. “gw juga tau lu cowok..tapi lu punya wajah yang cantik..gw rasa klo lu nyamar jadi cewek ga akan ada yang ngenalin lu..gimana? mau ya?” Yunho berusaha membujuk Jaejoong mati2an sampai akhirnya Jaejoong luluh dengan bujuk rayu Yunho. “ok..hanya untuk valentine tahun ini..deal?” Tawa kemenangan tersungging di wajah Yunho “OK deal!”
Tanggal 14 februari siang Yunho sudah berada di rumah Jaejoong dengan membawa perlengkapan yang bersifat ke-wanita-an untuk digunakan Jaejoong pada acara malam nanti. Jaejoong merinding begitu melihat ada wig, gaun, sepatu high heels, dan tidak lupa peralatan make up berserakan di atas tempat tidurnya. “yunnie..demi rasa suka gw..i’d do anything..” batin Jaejoong. Yunho duduk di pinggiran tempat tidur Yunho sambil melihat2 wig yang akan digunakan Jaejoong nanti. “joongie..lu mau yang mana?” tanya Yunho. “terserah lu aja..menurut lu cocokan yang mana?” Jaejoong malah kembali bertanya. Yunho mengambil salah satu wig dengan rambut warna coklat panjang sepinggang. “lu cocok sama wig ini..” Yunho menyodorkan wig tersebut pada Jaejoong. Aneh, itulah yang dirasakan Jaejoong begitu melihat wig tersebut. Dalam pikirannya dia bertanya2 apa benar dia cocok dengan model rambut sperti itu??
Malamnya, Jaejoong sudah siap dengan dandanan bak seorang putri dari khayangan. Sepatu hak tinggi, gaun selutut yang indah, rambut panjang yang indah, tidak lupa make up yang minimalis di wajah cantik Jaejoong. Yunho terpana sangat terpana melihat Jaejoong. “wow! Cantik banget lu..” puji Yunho sambil menatap Jaejoong dari ujung kepala sampai ke ujung kaki. “tapi tunggu..” pandangan Yunho terhenti di bagian dada Jaejoong dan dia mengambil sepasang kaus kaki di atas tempat tidur. “yunnie, gw gamau pake itu...” tolak Jaejoong mentah2. “joongie, lu kalo nyamar jadi cewek jangan tanggung2..tar klo ketauan kan lu juga yang paling malu..pake yaa..” bujuk Yunho sambil meyodorkan kaus kaki tersebut. “tapi tar gw kliatan aneh klo pake itu..” Wajah Jaejoong terlihat sedih. Dia benar2 merasa geli klo harus memakai tambalan di dadanya. Biar bagaimanapun, dia adalah laki2. Yunho yang mengerti perasaan Jaejoong pun akhirnya mengalah. “ok...memank ga akan berhasil...klo gw jadi lu juga blom tentu mau..thanks ya..” Yunho memutuskan untuk menyudahi rencana ini. Memang berat jika tidak menghadiri acara tahunan valentine di kampusnya, tapi bagi dia akan tidak mengenakkan jika Jaejoong juga tidak hadir di acara tersebut. “Tunggu! Knapa harus selalu dengan Jaejoong, knapa harus slalu ada Jaejoong, knapa gw harus mati2an jadiin Jaejoong sbg pasangan valentine?” Yunho bertanya2 dalam hati sambil menatap pria disebelahnya dengan tatapan tidak percaya. “apa mungkin....??” Entah keberanian datang dari mana Yunho menarik wajah Jaejoong hingga bibir mereka bertemu. Jaejoong terkejut dengan tindakan Yunho yang sangat tidak masuk akal. Tap entah mengapa dia tidak berusaha untuk melepaskan diri, dia malah menikmati ciuman tersebut. Bibir hangat Yunho membuat Jaejoong merasa tenang. “hey yunnie..qta ini sama2 laki2 tau..” ujar Jaejoong ketika mereka menghentikan ciuman tersebut. “siapa bilang? Dengan dandanan kaia gini lu lebih mirip cewek..” ledek Yunho. “tapi...” Yunho melepas wig dari kepala Jaejoong. “lebih menarik klo lu bukan cewek..nih hapus make up di wajah lu..” Yunho menyodorkan kapas dan pembersih muka. “tapi gimana acara valentine nya?” Jaejoong merasa ragu dengan keputusan Yunho. “ga jadi ah..gw mau disini aja..skali2 rayain valentine dengan cara yang beda..” Yunho memainkan matanya ke arah Jaejoong. Jaejoong tersenyum puas karena akhirnya pria yang diidam2kan juga sepertinya memiliki perasaan yang sama dengannya. “yunnie..gw suka sama lu..” ucap Jaejoong sambil menundukkan wajahnya karena malu harus mengeluarkan pernyataan seperti itu. Yunho agak kaget dengan pernyataan Jaejoong tentang perasaannya namun dia tau perasaannya juga sama dengan apa yang dirasakan Jaejoong. “gw juga..” Sekali lagi Yunho mengecup bibir merah Jaejoong, tapi kali ini keduanya lebih menikmati ciuman yang bisa dibilang french kiss tersebut. “ooo iyaaa..gw punya kado buat lu..” Jaejoong menatap Yunho bingung. “niih...buat lu...” Yunho memberikan sekotak coklat dengan bungkus berwarna hitam. “lho? Kok warnanya hitam? Dimana2 kan valentine bernuansa pink..” protes Jaejoong. “tapi boojae..lu kan laki2..ga cocok sama warna pink..lebih cocok sama warna hitam..” Yunho tersenyum seraya mendorong tubuh Jaejoong hingga terlentang pasrah di tempat tidur. “happy valentine...”
THE END